Pengertian Puasa Dan Niat Puasa

ads

Pengertian Puasa Dan Niat Puasa. Bagi ummat Islam, wajib hukumnya untuk melakukan rukun Islam yang ke empat, yakni puasa Romadhon. Puasa bisa dibilang merupakan ibadah yang tidak bisa diketahui oleh orang lain, hanya Allah dan diri orang puasa sendiri. Sebab laku ibadahnya tidak seperti sholat, zakat, atau haji, namun hanya tidak makan saja.

Pengertian puasa : puasa adalah menahan diri dari makan, minum, dan menahan nafsu seksual mulai dari imsak hingga terbenamnya matahari (maghrib). 

Setiap orang Islam dan mukallaf diwajibkan untuk melakukan puasa. Puasa Ramadhan dilaksanakan setahun sekali selama 30 hari. Orang yang boleh tidak melakukan puasa hanya golongan tertentu saja, seperti orang yang haid, nifas, perjalanan jauh, orang sakit, dan juga orang tua yang tak mampu melakukan puasa.

Pengertian Puasa Dan Niat Puasa


Berikut ini adalah dasar atau dalil diwajibkannya melakukan puasa bagi Ummat Islam. 

Allah berfirman di dalam al-Qur'an :

"Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa". (QS Al-Baqarah 2:183)

Hadits Bukhari & Muslim (muttafaq alaih)

بني الإسلام على خمس: شهادة أن لا إله إلاالله وأن محمدا رسول الله ، وإقام الصلاة ، ةإيتاء الزكاة ، والحج ، وصوم رمضان

"Islam dibangun atas lima perkara: kesaksian tidak ada tuhan selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, haji, puasa Ramadhan".


Sebelum melakukan puasa, perlu diketahui bagaimana syarat-syarat orang yang wajib melakukan puasa. Syarat merupakan tatacara yang harus dipenuhi sebelum rukun puasa. Jika rukun puasa sudah terpenuhi namun syaratnya belum terpenuhi, maka sama saja ibadahnya kurang sempurna atau tidak sah. Misal, jika kita sudah melakukan niat puasa pada pagi hari, namun ada salah satu syarat puasa yang tidak terpenuhi, yakni beragama Islam, atau tidak berakal, maka hukum melakukan puasa itu tidak sah dalam pandangan fiqih. Maka dari itu, syarat dan rukun bagaian dua sisi keping mata uang. Keduanya sama-sama harus terpenuhi untuk melakukan ibadah puasa.

Orang yang melakukan puasa harus memenuhi syarat-syarat berikut ini:
  • Islam
  • Baligh
  • Berakal sehat
  • Mampu melaksanakan puasa
Rukun Puasa

Setelah terpenuhi beberapa syarat tersebut di atas, maka selanjutnya harus memenuhi rukun puasa. Rukun puasa jika tidak terpenuhi, maka puasanya juga tidak sah. Misal, jika kita sebagai orang Islam, berakal, dan mampu melakukan puasa, namun untuk rukun puasa tidak terpenuhi seperti tidak niat, tidak menahan makan dan minum, maka hukum melakukan puasa tidak sah dalam pandangan fiqih. Maka dari itu, sebaiknya antara rukun dan syarat wajib terpenuhi satu sama lainnya.

Berikut ini adalah rukun-rukun puasa yang harus dipenuhi bagi orang yang ingin melakukan puasa:
  • Niat melakukan puasa
  • Menahan makan dan minum
  • Menahan dari dari berhubungan suami istri/jimak
  • Menahan diri dari muntah yang disengaja


Niat puasa Ramadhan dilakukan pada malam hari. Jika niat dilakukan pada pagi hari, misal jam 8 pagi, maka pusanya tidak sah. Kecuali puasa sunnah senin-kamis, boleh dilakukan pada pagi hari, misal jam 8 pagi.

Tempatnya niat ada di dalam hati. Ketika ingin melakukan niat, maka hati harus mengucapkan niat puasa. Jika dibantu dengan lisan, maka hal itu sangat baik untuk membantu hati agar bisa melafalkan niat puasa.

Berikut ini adalah niat puasa Ramadhan :

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدآءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هَذِهِ السَّنَةِ لِلّهِ تَعَالَى

"Aku berniat puasa besok untuk memenuhi kewajiban Ramdhan pada tahun ini karena Allah ta'ala".

Hal Hal Yang Membatalkan Puasa
  • Makan dan minum disengaja
  • Berhubungan suami istri pada siang hari
  • Masuknya sesuatu pada lubang-lubang anggota tubuh dengan cara disengaja
  • Haid
  • Nifas
  • Murtad (keluar dari Islam)

Adapun seputar membicarakan orang lain, atau ghibah pada saat puasa, maka itu tidak termasuk membatalkan puasa, namun bisa membatalkan pahala puasa. Yang tahu seputar itu hanyalah Allah. Maka dari itu, jika sedang berpuasa hindari membicarakan aib orang lain, mudah marah, dan juga melakukan banyak maksiat, seperti suka nonton perempuan lain dengn penuh syahwat.

Apabila seorang pria mengalami mimpi basah atau mimpi keluar mani pada siang hari saat puasa, maka hukum puasanya tidak batal. Sebab keluarnya mani tersebut tidak disengaja. Jika keluarnya mani itu disengaja, maka puasanya batal.

Orang Yang Boleh Tidak Melakukan Puasa
  • Perempuan yang sedang haid. Perempuan dewasa.
  • Perempuan sedang nifas. Perempuan habis melahirkan
  • Orang yang menyusui
  • Perjalanan jauh. Ada ketentuan syarat perjalanan jauh yang boleh tidak berpuasa.
  • Orang tua/jompo yang tidak mampu berpuasa. Namun diganti dengan fidyah, sehari 1 mud.
Manfaat Puasa
  • Membuat tubuh sehat
  • Melatih kesabaran
  • Menambah keimanan
  • Peka terhadap sosial


Pengertian Puasa Dan Niat Puasa Rating: 4.5 Diposkan Oleh: Unknown
 

Top