Orang yang mengerjakan shalat harus tahu di mana letak arah kiblat. Jika di Indonesia, maka arah kiblat kaum muslimin berada di arah barat. Sebab Indonesia terletak di sebelah timur Ka'bah. Maka banyak masjid yang mengarah kiblat yakni mengarah ke barat.
Orang yang ingin melaksanakan shalat tapi tidak tahu arah kiblat maka wajib baginya untuk bertanya kepada orang yang tahu. Kadang hal ini sering menimpa orang yang bepergian jauh dan kemudian tiba pada suatu daerah yang mana tidak paham mana arah kiblatnya.
Jika tidak terdapat seorang pun yang tahu dan paham di mana arah kiblatnya, maka diperbolehkan ia untuk melakukan ijtihad sendiri dimana arah kiblat. Shalat yang dijalankan termasuk sah dan tidak perlu mengulangnya lagi walaupun ketika sudah selesai shalat arahnya salah.
Namun apabila ketika kesalahan itu diketahui pada saat sedang shalat, maka ia harus mengubah arah kiblatnya dan tidak perlu menghentikan shalatnya. Ia harus memutar arah kiblatnya.
Begitu juga ketika dalam keadaan gelap gulita pada malam hari. Biasanya orang tidak banyak tahu arah dimana letak kiblat. Maka bagi orang ini juga diperbolehkan untuk melakukan ijtihad dan shalatnya sah jika penentuan arah kiblatnya salah setelah melakukan shalat.
Sumber : Fiqih Sunnah, Sayyid Sabiq

