Iman kepada rasul adalah salah satu rukun iman yang harus tertanam dalam hati seseorang. Namun bagaimanakah cara beriman kepada rasul itu? Apakah cukup mengenal dan hafal nama-nama mereka?
Cara beriman kepada rasul Allah adalah sangat banyak, diantaranya :
- Mengetahui riwayat kehidupan dan ajaran yang dibawanya
- Membenarkan berita yang disampaikan kepada rasul
- Mengamalkan syariat yang dibawanya
- Mencintai dan membela para rasul
- Meneladani akhlaknya
- Menghidupkan sunnah rasul
- Dan Memperbanyak membaca shalawat atas Nabi Muhammad Saw
Kemudian dalam poin meneladani akhlak para rasul terdapat caranya sendiri, yakni dengan mengikuti sifat-sifat wajib yang ada pada diri rasul.
Hal ini sebagaimana firman Allah :
"Sesungguhnya telah ada pada diri rasul itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap rahmat Allah dan kedatangan hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah". (QS. Al-Ahzab : 21)
Berikut ini sifat-sifat yang ada pada diri rasul yang bisa jadi teladan :
Siddiq
Siddiq artinya benar. Sifat yang harus dimiliki para rasul adalah sifat siddiq. Tidak mungkin seorang nabi itu pembohong, pendusta, maupun penipu. Dalam menyampaikan wahyu, mereka tidak menambah atau mengurangi sedikit pun.
Amanah
Amanah artinya benar-benar dipercaya. Seorang nabi dan rasul tidak mungkin melakukan penghiyanatan terhadap amanah yang dia emban. Nabi Muhammad Saw. diberi gelar penduduk Makkah dengan Al-Amin (yang dapat dipercaya) hal ini karena rasul terkenal sebagai orang yang dipercaya.
Tabligh
Tabligh artinya menyampaikan. Segala firman Allah yang ditujukan kepada manusia disampaikan oleh nabi dan rasul. Dan mereka tidak mungkin bersifat kitman atau menyembunyikan wahyu.
Walaupun wahyu yang disampaikan itu akan menimbulkan ancaman bagi dirinya, tetap mereka akan menyampaikan kepada umat manusia. Hal ini sebagaimana Nabi Ibrahim yang dibakar dengan api akibat menyampaikan wahyu kepada umatnya agar beriman kepada Allah
Fathonah
Fathonah artinya cerdas. Seorang nabi punya kecerdasan tinggi agar ketika menyampaikan wahyu bisa jelas dan bijaksana sehingga manusia paham dan mengerti apa yang mereka ajarkan. Dan tidak mungkin nabi bersifat bodoh.

