Ujian Nasional (UN) menjadi momok bagi siswa maupun siswi. Mengapa? karena UN jadi standar kelulusan bagi anak sekolah jika ingin melanjutkan ke jenjang lebih tinggi. Alhasil, bukan hanya anak sekolah saja yang pusing, orang tua dan guru pun juga ikut prihatin menghadapi ujian nasional.
Materi pelajaran UN semuanya hampir berat dan tidak menyenangkan. Khususnya yang berbau hitung hitungan. Sangat menjengkelkan bagi orang yang tidak suka hitung hitungan.
Langkah yang perlu disiapkan menghadapi UN adalah harus siap lahir dan batin. Artinya, secara lahir (fisik), seperti kesehatan, peralatan, dan lain lain kita harus siap sedia. Jangan sampai semua itu belum siap sedia.
Kemudian secara batin (ruhani) kita juga harus siap. Sebagai orang beriman, tentu percaya terhadap kekuatan gaib tuhan. Makanya, usaha batin dimulai dengan cara berdoa memohon agar diberi kelancaran dan kemudahan Allah SWT. dalam mengerjakan pekerjaan selama UN.
Berikut ini adalah doa yang sangat mudah dihafal. Doa ini bisa untuk menghadapi hal hal yang sulit, termasuk Ujian Nasional. Berikut ini adalah doa menghadapi Ujian Nasional:
Selain persiapan fisik, banyak sekolah juga menyiapkan mental dengan cara menggelar beberapa acara seperti:
- Dzikir dan Istighotsah bersama
- Mendatangkan Motivator
- Sholat Duha
- Sholat Tahajjud Bersama bagi siswa yang diasramakan
- Membaca Manaqib (Wasilah kepada Auliya')
Sekedar berbagai pengalaman, ketika saya menghadapai UN pada tahun 2007 yang lalu, saya sama sekali tak suka dengan seluruh mata pelajaran yang diujiankan. Akhirnya saya pun juga malas belajar karena jika belajar pun susah untuk memahaminya.
Akhirnya, saya setiap malam 2 bulan sebelum UN tiba, saya selalu membaca Manaqib Syeh Abdul Qadri Al Jaelani setiap habis sholat Isya'. Tujuannya memohon kepada Allah SWT. agar diberi kelulusan dengan wasilah sang wali.
Alhamdulillah, berkah membaca doa itu, akhirnya saya bisa lulus Ujian dengan Lancar tanpa mengulang kembali di tahun depan. Semua itu tergantung kepercayaan masing masing. Sebagai santri, saya sangat percaya dengan adanya berkah dan karomah auliya'.

