Niat Puasa "Romadlona atau Romadloni, Yang Benar Mana?

ads

Kangsantri. Menjalankan puasa Ramadlan adalah wajib hukumnya bagi orang mukallaf. Orang yang hendak melaksanakan ibadah, harus didahului dengan niat. Niat menjadi pembeda amalan biasa dengan ibadah. Oleh sebab itu, belajar agama sangat penting mengingat jika beragama tanpa ilmu akan menjadi sasar atau sesat. Karena agama tak bisa dikira kira seperti ilmu sosial.

Permasalahan yang kerap menghampiri sejumlah kaum muslimin adalah soal niat. Ya, niat puasa harus di dahului dengan niat. Dan tempat niat berada di dalam hati, bukan pada lisan. Soal klasik niat puasa sering terjadi pada lafaldz "Romadlona" atau "Roamdloni"?

Niat Puasa "Roamdlona atau Roamdloni, Yang Benar Mana?
Source : Internet Google

Niat puasa yang banyak beredar dan dilakukan adalah lafal Romadlona. Seperti contoh :


نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ هذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى

Niat puasa di atas sering dilafalkan saat hendak niat puasa. Bagi orang awam, kadang dibingungkan dengan adanya niat puasa dengan redaksi yang berbeda pada harokatnya, yakni jika lafal di atas "syahri romadlona", maka kadang ada yang melafalkan niat dengan "syahri romadloni". Lantas yang benar mana?

Tak perlu cemas dengan soal beda harokat di atas. Niat tersebut sama sama punya makna niat berpuasa. Dan sama sekali tak membuat puasa batal karena itu. Hanya saja, perbedaan itu terletak pada tinjaun ilmu nahwu.

Bagaimana menurut ilmu nahwu?

Menurut ilmu nahwu, niat dengan cara seperti di atas sangatlah keliru. Jika dibaca "syahri romadlona", maka harus mengikut sertakan lafal setelahnya dengan "hadzihis sanata", Bukan hadzihis sanati.

Jika dibaca syahri romadlona maka keududukan lafal itu menjadi isim ghoiru munshorif, dengan dibaca fathah pada saat tingkah jer. Kemudian hadzhis sanata dibaca fathah kedudukannya menjadi dharaf zaman (keterangan waktu).

Namun yang lebih baik membaca nya dengan lafal "Syahri Roamdloni". Jika dibaca seperti ini, maka kedua lafal ini membentuk idlofah, dengan lafal syahri menjadi mudlof dan romadloni jadi mudlof ilaih, dengan tanda kasrohnya. Kemudian kedudukan ladal Romaldoni bukan lagi sebagai isim ghoiru munshorif, namun mu'rob seperti pada umumnya. 


Sumber rujukan : nu.or.id

Niat Puasa "Romadlona atau Romadloni, Yang Benar Mana? Rating: 4.5 Diposkan Oleh: hh
 

Top