Kangsantri. Ghibah atau dalam istilah jawa "ngrasani" merupakan kegiatan yang sering banyak dilakukan baik secara sengaja maupun tidak. Merasani adalah aktivitas yang membicarakan kejelekan orang lain di belakang. Sehingga apabila orang yang sedang dibicarakan itu mengerti, maka akan timbul rasa sakit hati terhadap pelakunya.
Kompasiana
Dalam pandangan Islam, orang yang melakukan ghibah sangat dilarang. Dan bahkan hukuman atau dosanya lebih berat dari perbuatan zina. Mengapa hal ini bisa terjadi? karena ghibah itu termasuk dosa yang berhubungan dengan anak adam. sehingga ketika melakukan kegiatan itu, otomatis menyangkut orang lain. Apabila ingin menebus kesalahannya, harus meminta halalnya kepada orang bersangkutan sampai dimaafkan. Berbeda dengan zina, dosa ini hanyalah dosa yang berkaitan langsung kepada Allah sehinga ketika ingin minta ampun atau tobat, cukup memohon kepada Allah tanpa berkaitan dengan anak adam.
Rasulullah bersabda:
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ ، وَأَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ ، قَالا : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " إِيَّاكُمْ وَالْغَيْبَةَ ، فَإِنَّ الْغَيْبَةَ أَشَدُّ مِنَ الزِّنَا " . قِيلَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ ، كَيْفَ الْغَيْبَةُ أَشَدُّ مِنَ الزِّنَا ؟ قَالَ : " الرَّجُلُ يَزْنِي فَيَتُوبُ ، فَيَتُوبُ اللَّهُ عَلَيْهِ ، وَإِنَّ صَاحِبَ الْغَيْبَةِ لا يُغْفَرُ لَهُ حَتَّى يَغْفِرَ لَهُ صَاحِبُهُ " . رواه الطبراني في الأوسط وفيه عباد بن كثير الثقفي وهو متروك
Dari Jabir bin Abdillah dan Abi Sa'id Al-khudri keduanya berkata : Rosululloh shollallohu alaihi wasallam bersabda : “Takutlah kamu semua terhadap ghibah karena sesungguhnya ghibah itu lebih berat dosanya daripada berzina ". Rosululloh ditanya :" bagaimana bisa ghibah lebih berat dosanya daripada zina ?". Beliau menjawab : " sesungguhnya seorang laki-laki kadang-kadang berzina kemudian bertaubat maka Allah menerima taubat nya, sedangkan orang yang menggunjing tidak diampuni dosanya sampai orang yang digunjing mau mengampuninya”. (HR At Tabrani dalam Al-Ausath dan dalam sanadnya terdapat 'Ubad bin Katsir As-tsaqofi dan dia ini matruk, Sumber : Kitab Majma' Zawaid : 8/92).
Imam Al Ghozzali berkata : "Ghibah adalah sebuah dosa yang bisa merusak pada amalan ta'at, perumpamaan orang yang ghibah adalah seperti orang yang memasang alat pelempar kemudian dia melemparkan kebaikan-kebaikannya ketimur dan kebarat, ke kanan dan ke kiri".
Inilah mengapa, sering kali banyak dai mengatakan kalau tidak ingin hilang pahala ibadah yang kita lakukan, tinggalkan membicarakan orang lain, atau menggunjing orang lain di belakang, karena itu bisa menyebabkan orang lain sakit hati.
Namun kita jarang sekali sadar kalau suka ghibah atau menggunjing. Apalagi di era menjamurnya media sosial, banyak sekali fitnah bertebaran yang tak tahu kebenarannya. Masing masing mengklaim benar, padahal belum tentu.
Intinya, orang yang suka ghibah atau suka menggungjing orang lain, dosanya lebih berat dari pada zina.
Dan bisa menghapus amal ibadah kita karena melakukan kegiatan ini. Semoga kita dilindungi oleh Allah, Amin.

