Sholat Dhuha Dan Doa Sholat Dhuha. Sholat dhuha adalah sholat sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan bagi ummat Islam. Sholat dhuha dikenal sebagai sholat untuk meperlancar rejeki. Makanya ada orang menyebut jika ingin rejeki lancar, usaha sukses, maka lakukanlah sholat dhuha setiap hari.
Dalam sebuah hadis diriwayatkan Abu Dzar r.a bahwa Rasulullah Saw. bersabda :
"Setiap pagi semua persendian yang ada di dalam tubuh kalian harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap ucapan tasbih merupakan sedekah. Setiap ucapan tahmid merupakan sedekah. Setiap ucapan tahlil merupakan sedekah. Setiap ucapan takbir merupakan sedekah. Memerintahkan orang untuk melakukan kebaikan merupakan sedekah. Melarang orang untuk melakukan kemunkaran merupakan sedekah. Semua persendian yang harus dikeluarkan sedelkahnya itu cukup terpenuhi sedekahnya dengan dua rekaay dhuha yang ia kerjakan.
Diakui atau tidak, banyak ulama, kiyai, atau ustad, sholat dhuha mempunyai keutamaan dapat menperlancar rejeki. Walaupun hukum sholat dhuha adalah sunnah, namun sholat ini banyak dianjurkan untuk dilakukan secara konsisten.
Sholat dhuha dilaksanakan mulai dari ketika matahari sudah meninggi setinggi ujung tombak dan brakhir ketika matahari bergeser dari tengah langit (waktu dzuhur). Tepatnya waktu mulai melakukan sholat dhuha adalah sekitar jam 7.30.
Jumlah Sholat Dhuha
Sholat dhuha dilaksanakan seperti halnya melakukan sholat pada umumnya. Hanya saja yang membedakan adalah waktu pelaksanaan sholat dhuha saja, yakni pada pagi hari.
Kadar rekaat sholat dhuha minimal adalah 2 rekaat salam. Sedangkan untuk maksimal sholat dhuha adalah delapan rekaat.
Ada yang mengatakan bahwa sholat dhuha tidak terbatas atau tidak ada batas rekaatnya melakukannya. Diantara ulama yang mengatakan itu adalah Abu Ja'far At-thobari, Malimi, dan Ruyani dari kalangan penganut madzhab syafi'i.
Namun yang lebib penting adalah sholat dhuha bukanlah sholat wajib, namun sunnah. Hukum melakukannya adalah apabila melakukannya mendapatkan pahala jika tidak tidak mendapatkan siksa. Jadi jangan sampai menganggap melakukan sholat ini seperti sholat wajib.


