Segala yang ada di dunia ini semua akan kembali kepada Allah. Apa yang kita miliki dan apa yang kita tumpangi hanyalah titipan dari Allah. Kelak jika sudah waktunya, akan kembali kepada Allah dengan sendirinya. Kita tidak bisa mencegah atau menghalanginya. Semua milik Allah Swt.
Bacaan istirja' atau tarji' biasanya dikumandangkan pada saat sedang ditimpa musibah. Islam sangat arif sekali dalam menuntun pemeluknya agar ketika tertimpa musibah bukannya malah memaki, mencerca, mengumpat, namun justru disuruh berdzikir mengingat Allah. Inilah ajaran sederhana namun penuh dengan makna.
Bacaan Istrirja' seperti berikut ini :
Orang yang beriman hendaklah ketika tertimpa musibah membaca kalimat tayyibah tersebut. Jangan sampai ketika ditimpa musibah seperti kematian, mulut langsung berkata kotor dan menyalahkan orang lain atau tuhan.
Menyalahkan orang lain atau menuduh pihak lain ketika terkena musibah sangat tidak tepat sekali. Seharusnya ketika ditimpa musibah harus disikapi dengan bijaksana seperti berikut ini :
- Membaca istrirja'
- Berperasangka baik (husnudzon) bahwa musibah itu datangnya dari Allah dan atas kehendak Allah
- Menyikapi musibah dengan sabar dan tawakkal, dengan harapan jauh dari sifat putus asa
Sebagaimana kalimat istirja', mempunyai arti bahwa segala akan kembali kepada Allah. Baik bumi, langit, laut, gunung, dan semuanya akan kembali kepada Allah. Dengan cara ini, kita sama saja mempertebal keimanan dan keyakinan terhadap Allah Swt.

