Dzikir atau mengingat Allah bagi orang beriman sebagai makanan pokok. Apalagi masa sekarang penuh dengan persaingan duniawi yang menyebabkan hati merasa susah karena hati tertarik untuk meninggalkan tuhan. Lambat laun hati akan mengeras, dan terkena penyakit hati. Jika penyakit hati non fisik itu sudah menjalar, maka timbullah berbagai macam penyakit lain secara fisik yang siap menyerang raga.
Orang yang selalu dzikir atau ingat Allah banyak sekali manfaatnya. Terutama pada diri sendiri. Namun tidak banyak orang bisa melakukan hal ini. Walaupun begitu, setiap orang berpotensi untuk bisa melakukan jika ada keinginan. Sudah banyak jamiyah tariqah, jamiyah dzikir, jamiyah istighotsah dan lain-lain yang bisa membantu agar hati tidak lalai terhadap Allah.
Dalam segi bahasa, dzikir adalah ingat. Sedangkan dalam istilah dzikir adalah ingat kepada Allah baik dengan cara lisan, hati, maupun perbuatan. Jadi dzikir sendiri tidak dibatasi dengan cara lisan saja, namun dari keseluruhan badan. Al-Qur'an menjelasakan bahwa dzikir itu untuk membangkitkan daya ingat dan kesadaran. Dzikir berarti pula mengingat terhadap hukum-hukum Allah, mengambil pelajaran/peringatan, atau juga meneliti proses alam.
Cara Dzikir Agar Hati Tentram
Dengan Lisan (Qouly)
Orang bisa melakukan dzikir dengan mengaktifkan lisannya untuk berdzikir, seperti membaca tasbih, tahmid, dan tahlil.
Dzikir dengan lisan merupakan tingkatan dasar. Karena yang berdzikir baru sebatas lisan. Cara seperti ini banyak dilakukan orang. Seperti ketika setelah selesai shalat, kita berdzikir dengan lisan secara bersama atau sendiri.
Dzikir secara lisan dapat membantu untuk menggerakkan hati. Seperti halnya orang shalat, ketika lisan bergetar, maka hati pun bisa turut bergetar seiring dengan bantuan lisan itu.Maka dari itu, jika sudah terbiasa, maka hati dengan sendirinya akan berjalan sebagaimana lisan yang sangat mudah untuk melafalkan dzikir.
Dengan Hati (Qolby)
Dzikir tingkatan selanjutnya adalah dengan cara hati. Artinya hati tergerak malafalkan dzikir kepada Allah. Memang orang dzikir dengan hati jauh beda dengan lisan. Jika lisan terlihat komat-kamit melafalkan sesuatu, namun hati tidak. Hanya diri sendiri dan Allah sajalah yang tahu bahwa hati sedang berdzikir.
Dzikir Dengan Ruh
Dzikir dengan ruh mempunyai arti seluruh jiwa raga tertuju untuk selalu ingat kepada Allah. Dzikir semacam ini berpedoman pada minallah, lillah, billah, dan ilallah (dari Allah, milik Allah, dengan Allah, kepada Allah). Sungguh orang yang mampu melakukan dzikir semacam ini sangat luar biasa karena jiwa raga tertuju kepada Allah.
Dzikir Fi'ly (Perbuatan Sosial)
Dzikir Fi'ly merupakan berdzikir dengan melakukan kegiatan praktis, amal salih, dan menginfakkan harta untuk kepentingan sosial. Intinya dalam dzikir ke empat ini adalah berbuat baik terhadap sesama.
Kesimpulannya, jika nomor satu sampai nomor tiga adalah bentuk dzikir secara vertical yakni tegak lurus kepada Allah melalui berbagai macam amalan-amalan, dan juga termasuk golongan personal. Namun untuk yang terakhir, lebih cenderung horizontal kepada sesama, yakni amal saleh seperti bersedekah, menolong orang, dan sebagainya.
Jika anda ingin hidup tentram, maka lakukanlan jenis empat cara berdzikir tersebut. Insyaallah akan ada hasil yang dimaksud. Semoga bermanfaat..

