Kangsantri. Tahukah kamu, orang yang habis melakukan hubungan intim dengan istrinya, dia wajib melakukan mandi untuk membersihkan dari hadas. Mengapa begitu? Sebab orang yang melakukan hubungan dengan istri, orang tersebut akan menanggung hadas besar. Untuk membersihkan hadas besar, dia harus mandi besar, atau mandi wajib (junub). Jika tidak melakukan hal ini, maka selamanya orang itu akan menanggung hadas besar dan jika melakukan sholat, maka sholatnya tidak akan sah.
Oleh sebab itu, salah satu syarah sahnya sholat adalah suci dari hadas besar dan kecil. Dan untuk hadas besar, cara membersihkannya dengan mandi wajib, yaitu membasahi seluruh anggota tubuh mulai dari ujung rambut hingga ujung kaki. Apabila ada penghalang, seperti cat yang menempel pada kulit, harus dihilangkan terlebih dahulu. Mengapa? jika tidak dihilangkan, akan menghalang halangi kulit terkena air. Dan bisa menyebabkan tidak sahnya mandi besar tadi.
Permasalahannya, banyak orang awam akan tentang hal ini. Pernah saya jumpai pada suatu pengajian ibu ibu. Pada saat pembahasan soal mandi wajib (junub), mereka sama sekali tidak mengerti. Bertahun tahun mereka menikah dan bahkan punya anak banyak, namun sangat awam sekali tentang mandi wajib. Saya tidak bisa membayangkan, bagaimana sholat mereka? sah apa tidak?. Secara syariat, apa tentu tidak sah. Sebab mereka juga hidup tidak jauh dengan ulama atau kiyai. Dan mereka juga sering ngaji di masjid, mushola, maupun di majelis ta'lim.
Orang yang wajib melakukan mandi wajib bukan hanya orang yang habis jima' saja, namun pria yang habis mimpi basah, atau keluar sperma baik disengaja maupun tidak, maka mereka harus mandi wajib. Kemudian orang yang suci dari haid, dan nifas, mereka juga wajib mandi junub.
Tatacara Mandi Wajib
Mandi wajib beda dengan mandi biasa. Yang membedakan terletak pada niat, dan cara membasahi anggota seluruh tubuh.
Orang yang mandi junub harus melafalkan niat di dalam hati. Kalaupun jika dilafalkan pada lisan, maka itu sunnah. Hal ini untuk membantu hati supaya bisa mengikuti lisan. Sebab kadang ada orang yang tidak bisa melafalkannya dengan hati dan harus dibantu dengan lisan.
Berikut Doa Niat Mandi Wajib
Ketika mandi wajib, harus membasahi seluruh tubuh dengan air, mulai dari lekukan pada perut, telinga, pusar, dubur, maupun yang lainnya harus terkena air.
![]() |
| Source : doamustajab.com |
Air yang digunakan untuk mandi wajib harus ada dua kulah. Artinya jika airnya kurang dari dua kulah, maka mandinya tidak sah.
Contoh, mandi dengan air satu ember, maka mandi wajibnya tidak sah, karena airnya terlalu sedikit. Lebih bagus jika mandi di kali, atau pada air yang banyak jumlahnya.
Demikian ini ulasan seputar mandi wajib semoga bermanfaat.

